BahasBerita.com – Qualcomm baru-baru ini mengumumkan peluncuran dua chipset terbaru yang dirancang khusus untuk smartphone entry-level, menandai langkah signifikan dalam meningkatkan performa ponsel murah. Rilis chipset ini dilakukan sepanjang tahun 2025 dengan fokus pada peningkatan kecepatan proses, efisiensi daya, dan kapabilitas grafis yang lebih baik. Inovasi ini diharapkan dapat memperkuat tren pertumbuhan smartphone harga terjangkau yang kini semakin canggih dan mampu menjawab kebutuhan pengguna di pasar berkembang.
Dua chipset baru Qualcomm tersebut membawa teknologi yang dioptimalkan untuk penggunaan pada ponsel entry-level, segmen yang menjadi tulang punggung pasar smartphone global. Chip pertama mengusung nama Qualcomm Snapdragon 4 Gen 2, sementara chip kedua adalah Snapdragon 4 Gen 1+, yang keduanya menawarkan peningkatan kapasitas komputasi dibanding generasi sebelumnya. Snapdragon 4 Gen 2 hadir dengan fabrikasi 6nm yang lebih efisien, memberikan keseimbangan optimal antara performa dan konsumsi energi. Chipset ini juga menonjol dengan dukungan grafis Adreno terbaru, meningkatkan kualitas visual pada perangkat entry-level sekaligus mendukung pengalaman bermain game dan streaming video yang lebih baik. Di sisi lain, Snapdragon 4 Gen 1+ fokus pada pemrosesan AI yang lebih responsif serta konektivitas 5G yang lebih stabil dan cepat, fitur yang semakin penting untuk mendukung keterhubungan di era digital saat ini.
Pengembangan dua chip ini mencerminkan komitmen Qualcomm untuk memperkuat pasar ponsel entry-level di negara-negara berkembang dan memenuhi permintaan konsumen akan perangkat yang tidak hanya murah tapi juga berkualitas. Tren peningkatan kemampuan smartphone terjangkau berbanding lurus dengan pertumbuhan internet dan penggunaan aplikasi berat seperti media sosial, game mobile, dan layanan streaming. Qualcomm menargetkan chip ini dapat diadopsi oleh produsen ponsel lokal maupun global yang fokus pada segmen harga ekonomis, membantu mereka menghadirkan produk dengan performa mumpuni namun tetap terjangkau.
Dalam konteks persaingan industri chipset mobile, kedua produk terbaru Qualcomm ini bersaing ketat dengan rival seperti MediaTek dan Unisoc yang juga agresif meluncurkan chipset entry-level dengan fitur canggih. Dibandingkan generasi terdahulu Snapdragon 4 Gen 1, kedua chipset baru ini menawarkan peningkatan efisiensi daya hingga 15 persen dan kecepatan proses CPU lebih tinggi sekitar 20 persen. Hal ini dipastikan akan memberikan pengalaman pengguna yang lebih mulus pada smartphone harga terjangkau, sekaligus memperpanjang masa pakai baterai, yang menjadi perhatian utama bagi konsumen di segmen ini.
Peluncuran chipset entry-level terbaru Qualcomm ini berpotensi menggeser peta pasar smartphone murah secara signifikan. Produsen dapat memanfaatkan teknologi baru untuk menawarkan produk yang lebih kompetitif dari segi harga dan performa, sehingga menarik lebih banyak konsumen yang sebelumnya enggan membeli ponsel entry-level karena keterbatasan fitur dan kinerja. Selain itu, dengan efisiensi energi yang lebih baik, chipset ini juga mendukung kebutuhan pengguna akan perangkat yang hemat baterai untuk penggunaan sehari-hari tanpa sering mengisi ulang.
Pernyataan resmi dari Qualcomm menyebutkan, “Kami berkomitmen menyediakan chipset yang bukan hanya mendorong kemampuan teknis ponsel entry-level, tetapi juga membawa pengalaman pengguna yang lebih baik melalui teknologi hemat energi dan konektivitas yang handal,” ujar juru bicara Qualcomm. Pernyataan ini menggarisbawahi fokus perusahaan pada solusi yang sesuai dengan kebutuhan pasar global yang beragam, terutama di kawasan Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Analis pasar teknologi dari lembaga riset IDC menambahkan bahwa inovasi chipset Qualcomm ini akan menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar smartphone murah yang selama ini didominasi oleh perangkat dengan spesifikasi minim dan performa terbatas.
Rencana Qualcomm ke depan menunjukkan bahwa ponsel berbasis Snapdragon 4 Gen 2 dan Gen 1+ akan mulai masuk ke pasar secara luas pada paruh kedua tahun 2025. Produsen seperti Xiaomi, Realme, dan Infinix diprediksi menjadi pengguna awal chipset ini untuk lini produk entry-level terbaru mereka. Dengan didukung teknologi fabrikasi yang lebih maju dan fitur grafis terkini, diperkirakan smartphone terjangkau di pasar massal akan mengalami peningkatan signifikan dari segi daya tahan baterai, kecepatan respon aplikasi, serta pengalaman multimedia.
Kehadiran chipset entry-level terbaru Qualcomm ini juga membuka peluang perubahan tren pada segmen smartphone murah yang selama ini terbatas pada fungsi dasar. Di masa mendatang, inovasi lebih lanjut pada chipset entry-level akan menggabungkan integrasi AI yang lebih optimal, kemampuan kamera tinggi, dan konektivitas 5G yang makin merata. Hal ini tidak hanya akan menguntungkan konsumen dengan menawarkan perangkat lebih canggih di harga terjangkau, tetapi juga memperkuat daya saing industri smartphone global dalam menghadapi tuntutan teknologi yang terus berkembang pesat.
Spesifikasi | Snapdragon 4 Gen 2 | Snapdragon 4 Gen 1+ |
|---|---|---|
Teknologi Fabrikasi | 6nm | 7nm |
CPU | Octa-core, hingga 2.2 GHz | Octa-core, hingga 2.0 GHz |
GPU | Adreno generasi terbaru | Adreno 619 |
Konektivitas | 5G sub-6 GHz | 5G sub-6 GHz |
Kemampuan AI | AI engine generasi ke-6 | AI engine generasi ke-5 |
Efisiensi Energi | Lebih hemat 15% dibanding generasi sebelumnya | Lebih hemat 10% dibanding generasi sebelumnya |
Tabel di atas menunjukkan perbandingan fitur utama kedua chip Qualcomm yang diluncurkan untuk pasar entry-level. Snapdragon 4 Gen 2 menawarkan teknologi fabrikasi lebih maju dan kecepatan CPU yang lebih tinggi, mendukung performa serta efisiensi baterai yang semakin optimal.
Dengan perkembangan teknologi chipset ini, diharapkan segmentasi smartphone entry-level tidak lagi dianggap sebagai perangkat kelas bawah yang terbatas fungsi. Justru, inovasi Qualcomm menciptakan peluang baru bagi industri dan konsumen agar dapat menikmati perangkat terjangkau dengan pengalaman penggunaan yang mendekati smartphone kelas menengah. Langkah ini sekaligus mengindikasikan tren kenaikan standar kualitas pada produk-produk entry-level di pasar global seiring meningkatnya persaingan teknologi chipset mobile sepanjang tahun 2025.
BahasBerita BahasBerita Informasi Terbaru Seputar Internet
