Erick Thohir Tambah 21 Cabor Prioritas Perkuat Persiapan SEA Games

Erick Thohir Tambah 21 Cabor Prioritas Perkuat Persiapan SEA Games

BahasBerita.com – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir secara resmi mengumumkan penambahan cabang olahraga (cabor) prioritas dari sebelumnya 17 menjadi 21 cabang. Kebijakan ini merupakan bagian dari penyesuaian strategis Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang diperbarui guna memperkuat persiapan atlet Indonesia menghadapi SEA Games 2025 di Thailand, serta target jangka panjang di Asian Games dan Olimpiade. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional dengan mekanisme promosi dan degradasi cabor berdasarkan pencapaian prestasi.

Penambahan cabang olahraga prioritas dalam DBON menjadi fokus utama transformasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Erick Thohir menegaskan bahwa perubahan dari 17 menjadi 21 cabor prioritas tersebut tidak bersifat statis, melainkan dinamis, menyesuaikan dengan evaluasi performa dan target capaian setiap cabang. “Kami menerapkan sistem promosi dan degradasi cabor sebagai metode pengendalian kualitas pembinaan dan fokus anggaran,” ujarnya dalam konferensi pers yang dikutip dari Beritasatu. Sistem ini bertujuan menempatkan sumber daya pada kekuatan olahraga yang berpotensi menghasilkan medali, sekaligus mendorong federasi yang belum memenuhi standar segera berbenah.

Daftar 21 cabor prioritas mencakup cabang-cabang yang telah menunjukkan konsistensi prestasi serta potensi emas di ajang internasional. Penyesuaian tersebut mempertimbangkan kekuatan tradisional Indonesia seperti bulu tangkis, panahan, dan angkat besi, sekaligus menambahkan cabang yang memiliki trend perkembangan positif dan dukungan infrastruktur memadai. Erick Thohir juga menyebut bahwa penambahan cabor baru harus diiringi komitmen federasi untuk menyelesaikan kendala internal seperti dualisme kepengurusan. “Bagi cabor yang masih bermasalah, kami berikan ultimatum hingga akhir tahun untuk merapikan struktur organisasi agar bisa tetap menerima dukungan pemerintah,” jelasnya.

SEA Games 2025 di Thailand menjadi momentum penting bagi 21 cabang olahraga prioritas yang telah dipilih. Kemenpora memproyeksikan target kolektif 120 medali emas dari seluruh cabang olahraga tersebut, melebihi ekspektasi pemerintah. Meski begitu, Erick Thohir menggarisbawahi pentingnya sikap realistis dan transparan dalam pencapaian target. “Target adalah pendorong semangat, tapi pencapaian harus berdasarkan kesiapan dan data yang riil,” tambahnya. SEA Games menjadi ajang uji coba efektivitas sistem pembinaan dan penataan anggaran, sekaligus persiapan awal menuju Asian Games serta Olimpiade.

Baca Juga:  Pelatih Arab Saudi Tegaskan Ronaldo Belum Dipanggil Timnas

Selain aspek cabang olahraga, pengembangan infrastruktur menjadi pilar penting dalam program DBON yang diperbarui. Pemerintah berencana membangun pusat pelatihan olahraga (pelatnas) kelas dunia yang menjadi yang terbaik di Asia Tenggara. Hal ini sejalan dengan ambisi Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pembinaan atlet regional. Erick Thohir menyatakan bahwa peningkatan anggaran disiapkan untuk mendukung pengiriman atlet ke SEA Games dan memberikan fasilitas latihan optimal yang mampu meningkatkan performa atlet secara signifikan. “Pelatnas yang modern dan terpadu menjadi tulang punggung keberhasilan pembinaan, kami fokus memperluas dan memperkuat fasilitas ini,” ujarnya.

Kemenpora juga mengintensifkan kolaborasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam memperbaiki tata kelola, akuntabilitas, serta transparansi anggaran olahraga. Langkah ini merupakan bagian dari pengawasan ketat terhadap penggunaan dana dan efektivitas program pembinaan. Erick Thohir mengingatkan bahwa mekanisme tersebut sangat penting untuk menghindari praktek penyimpangan dan memastikan program yang diterapkan dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran.

Berikut adalah gambaran pembaruan cabang olahraga prioritas dalam DBON serta arah kebijakan Kemenpora yang terkini:

Aspek
Sebelum
Setelah Penambahan
Jumlah Cabang Olahraga Prioritas
17
21
Cabang Olahraga Konvensional
Bulu tangkis, panahan, angkat besi, atletik, renang, taekwondo, dll.
Sama dengan tambahan cabor baru seperti sepak takraw, kriket, dan e-sports
Sistem Pengelolaan Cabor
Monitoring berbasis kinerja
Sistem promosi dan degradasi cabor berdasarkan capaian prestasi
Target Medali SEA Games 2025
Tidak spesifik
Kolektif 120 medali emas dengan evaluasi real time
Dukungan Infrastruktur
Pelatnas tersebar dengan standar nasional
Pembangunan pelatnas terbaik Asia Tenggara
Penanganan Konflik Internal Cabor
Minim sanksi tegas
Ultimatum penyelesaian dualisme hingga akhir tahun ini
Baca Juga:  Erick Bakar Bangkitkan Semangat Timnas U-17 Hadapi Brasil

Transformasi DBON dengan penambahan cabor prioritas ini juga membuka ruang lebih besar bagi atlet dan federasi olahraga untuk meraih dukungan pembinaan dan pendanaan. Perubahan ini dinilai sebagai respons adaptif Kemenpora atas dinamika olahraga nasional dan persaingan ketat di ajang internasional. Dalam pernyataannya di Indonesia Sports Summit 2025, Erick Thohir menegaskan bahwa masa depan olahraga Indonesia sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, federasi, dan atlet. “Kolaborasi dan keterbukaan menjadi kunci untuk mendongkrak prestasi dan menjadikan olahraga sebagai kebanggaan nasional,” kata Menpora.

Namun, tantangan besar masih harus dihadapi, terutama pada aspek penyelesaian dualisme cabor dan pemberdayaan organisasi untuk bekerja profesional. Optimisme tinggi muncul dari rencana pembangunan pusat pelatihan dengan teknologi mutakhir yang diyakini dapat membawa lonjakan kualitas atlet Indonesia. Selain itu, pemanfaatan sistem promosi dan degradasi diharapkan mendorong federasi olahraga aktif meningkatkan kompetensi dan profesionalisme manajemen olahraga.

Pasca-SEA Games 2025, Kemenpora berencana melakukan evaluasi komprehensif untuk meninjau kembali daftar cabor prioritas serta memperbarui strategi pengembangan olahraga nasional. Sistem promosi dan degradasi akan diterapkan secara ketat untuk memastikan tiap cabang olahraga tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik. Dengan langkah strategis ini, diharapkan prestasi Indonesia di kancah internasional, termasuk Asian Games dan Olimpiade, dapat meningkat secara signifikan dan berkelanjutan.

Penambahan cabang olahraga prioritas oleh Menpora Erick Thohir ini menandai babak baru dalam pengelolaan olahraga nasional yang lebih profesional dan berorientasi hasil. Komitmen kuat pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan olahraga sebagai pilar kebanggaan Indonesia dan sumber prestasi internasional semakin nyata dengan kebijakan DBON terbaru. Pembinaan atlet, peningkatan anggaran, pengembangan infrastruktur, dan tata kelola yang transparan menjadi fondasi strategis menuju kejayaan olahraga Indonesia di masa depan.

Tentang Farhan Akbar Ramadhan

Avatar photo
Reviewer gadget dan teknologi konsumen yang telah menguji lebih dari 500 perangkat elektronik dan berbagi perspektif tentang tren perangkat terbaru di Indonesia.

Periksa Juga

Krisis Sriwijaya FC 2026: Kebobolan 28 Gol & Masalah Finansial

Sriwijaya FC alami krisis performa 2026, kebobolan 28 gol akibat masalah finansial dan keterlambatan gaji pemain. Analisis lengkap dampak dan solusi.