Dampak Kepergian Alexander-Arnold pada Performa Mohamed Salah Liverpool

Dampak Kepergian Alexander-Arnold pada Performa Mohamed Salah Liverpool

BahasBerita.com – Mohamed Salah mengalami penurunan performa yang cukup signifikan dalam beberapa laga terakhir Liverpool, termasuk kekalahan telak 1-4 dari PSV Eindhoven di Liga Champions 2025/2026. Kekalahan ini membuat posisi Liverpool di klasemen grup semakin genting dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar serta pakar sepakbola. Penurunan tajam produktivitas Salah diketahui memiliki kaitan erat dengan kepergian Trent Alexander-Arnold, bek kanan andalan Liverpool yang pindah ke Real Madrid dengan status bebas transfer pada bursa transfer musim ini.

Setelah terakhir kali menunjukkan ketajaman pada awal November, Mohamed Salah gagal mencetak gol dalam empat pertandingan terakhir Liverpool di Liga Champions. Statistik ini kontras dengan performa Salah musim sebelumnya dan awal musim ini, ketika ia menjadi motor utama serangan Liverpool dengan kontribusi gol dan assist yang konsisten. Kepergian Alexander-Arnold berperan penting dalam penurunan performa ini, mengingat kontribusi besar bek kanan tersebut dalam memberikan umpan silang, assist, dan dukungan taktik kepada lini depan, terutama ke pemegang peran penyerang sayap kanan seperti Salah.

Alexander-Arnold dikenal sebagai sumber utama suplai bola dari sisi kanan yang memungkinkan Mohamed Salah mendapatkan ruang dan peluang mencetak gol. Tanpa pendukung setia ini, formulasi serangan Liverpool terlihat melemah, terutama pada musim ini ketika alternatif serangan lain seperti Alexander Isak dan Florian Wirtz belum mampu mengambil peran signifikan. Ekspektasi tinggi kepada pemain pengganti belum terpenuhi, sehingga kontribusi gol dan kreativitas serangan mengalami penurunan drastis.

Posisi Liverpool di klasemen grup Liga Champions saat ini berada di urutan ke-13 secara agregat grup, posisi yang sangat beresiko untuk lolos ke babak knockout. Kekalahan 1-4 dari PSV Eindhoven menambah tekanan pada tim, khususnya di sektor penyerangan yang sulit menemukan konsistensi. Jarak poin dengan tim peringkat bawah yang ketat memperbesar risiko Liverpool tersisih dari zona aman. Anfield Stadium yang biasanya menjadi benteng kuat kini menjadi saksi ketidakstabilan performa Liverpool di kompetisi Eropa musim ini.

Baca Juga:  Analisis Lengkap Kegagalan Timnas Indonesia di SEA Games 2025

Kepindahan Trent Alexander-Arnold ke Real Madrid menjadi sorotan utama media dan publik. Bek kanan asal Inggris ini menolak perpanjangan kontrak dengan Liverpool sehingga memutuskan pindah secara gratis ke klub raksasa Spanyol. Sebagai salah satu kapten termuda dan wakil kapten Liverpool, Alexander-Arnold bukan hanya berperan sebagai pemain kunci di lini belakang tetapi juga sebagai otak serangan dari sektor sayap kanan. Kepergian ini dinilai sebagai kehilangan besar bagi struktur permainan dan moral tim.

Mantan pemain dan pelatih yang kini berperan sebagai analis sepakbola, Xabi Alonso, mengungkapkan pandangannya terkait situasi ini. Menurut dia, “Liverpool telah kehilangan elemen kunci dalam arsitektur permainan mereka. Alexander-Arnold tidak semata-mata memberikan assist, tetapi juga mengontrol ritme permainan yang mendukung flanking serangan, terutama untuk Mohamed Salah. Ketidakhadirannya membuat taktik pelatih Arne Slot harus segera disesuaikan agar performa tim tidak semakin menurun.” Komentar ini mempertegas peran vital Alexander-Arnold dalam kerja sama lini serang Liverpool.

Manajemen Liverpool pun tidak tinggal diam. Pelatih Arne Slot diketahui tengah melakukan evaluasi taktik dan kompatibilitas pemain untuk mengatasi krisis ini. Dikonfirmasi melalui pernyataan resmi klub, Slot menegaskan bahwa “Situasi saat ini menuntut penyesuaian cepat. Kami harus mengoptimalkan potensi pemain lain termasuk Alexander Isak dan Florian Wirtz, serta memperbaiki koordinasi lini tengah dan pertahanan supaya tekanan di Liga Champions dapat diminimalisir.” Namun, hingga kini, pembenahan tersebut belum sepenuhnya membuahkan hasil nyata.

Dampak jangka panjang dari situasi ini cukup kompleks. Liverpool menghadapi tantangan berat mempertahankan posisi mereka di Liga Champions dan menjaga reputasi sebagai klub elite Eropa. Reshuffle skuad mungkin menjadi langkah tak terhindarkan jika performa tidak membaik. Upaya pencarian bek kanan baru yang mampu menggantikan Alexander-Arnold secara efektif menjadi prioritas utama, sekaligus penyesuaian strategi pelatih untuk mengefektifkan serangan dari sisi lain lapangan. Situasi ini sangat menentukan kelangsungan Liverpool musim kompetisi ini dan tahun-tahun mendatang.

Baca Juga:  Andre Rosiade Yakin Menang Calon Ketua Asprov PSSI Sumbar 2024

Berikut tabel perbandingan performa Mohamed Salah sebelum dan setelah kepergian Trent Alexander-Arnold di Liga Champions musim 2025/2026, menggambarkan penurunan signifikan kontribusi gol dan assist:

Parameter
Sebelum Kepergian Alexander-Arnold
Setelah Kepergian Alexander-Arnold
Jumlah Gol
6 gol dalam 7 laga
0 gol dalam 4 laga
Jumlah Assist
4 assist
1 assist
Kontribusi Gol+Assist per Laga
1,43
0,25
Penguasaan Bola di Sisi Kanan (%)
45%
28%

Data ini memberikan gambaran jelas bahwa kepergian Alexander-Arnold mengikis efektivitas serangan Liverpool via sisi kanan, yang berdampak langsung pada penurunan performa individu Mohamed Salah. Liverpool perlu menemukan solusi taktis dan pemain pendukung yang mumpuni untuk membalikkan tren negatif ini.

Kepergian Trent Alexander-Arnold dari Liverpool awal musim ini menyebabkan penurunan performa Mohamed Salah yang signifikan. Alexander-Arnold selama ini berperan sebagai pendukung utama sisi kanan yang membantu produktivitas gol Salah. Setelah kepergiannya, Salah gagal mencetak gol dalam beberapa pertandingan terakhir termasuk kekalahan memalukan dari PSV Eindhoven, yang menempatkan Liverpool dalam posisi yang kurang aman di Liga Champions 2025/2026. Strategi pelatih Arne Slot kini dituntut untuk segera beradaptasi agar Liverpool tetap kompetitif di kancah Eropa dan menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.

Tentang Dwi Santoso Adji

Dwi Santoso Adji adalah financial writer dengan pengalaman lebih dari 8 tahun khusus dalam bidang investasi. Lulus dari Universitas Indonesia dengan gelar Sarjana Ekonomi, Dwi memulai karirnya sebagai analis pasar modal sebelum beralih ke dunia penulisan finansial pada tahun 2016. Selama karirnya, Dwi telah menulis berbagai artikel dan riset mendalam yang dipublikasikan di media nasional dan platform investasi digital ternama. Kepakarannya mencakup analisa saham, reksa dana, dan strategi investa

Periksa Juga

Krisis Sriwijaya FC 2026: Kebobolan 28 Gol & Masalah Finansial

Sriwijaya FC alami krisis performa 2026, kebobolan 28 gol akibat masalah finansial dan keterlambatan gaji pemain. Analisis lengkap dampak dan solusi.