BahasBerita.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumumkan langkah strategis pemerintah dalam memperluas digitalisasi pendidikan melalui distribusi 1 juta unit smartboard ke seluruh sekolah di Indonesia tahun depan. Selain itu, pemerintah juga berencana merekrut guru asing penutur asli bahasa asing untuk meningkatkan kualitas pengajaran bahasa di sekolah-sekolah dasar hingga menengah. Program ini merupakan bagian dari inisiatif “Indonesia Cerdas” yang bertujuan mendorong modernisasi metode pembelajaran dengan teknologi mutakhir dan tenaga pengajar bersertifikat internasional guna menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan pendidikan abad 21.
Inisiatif distribusi smartboard atau Interactive Flat Panel (IFP) menargetkan setiap sekolah memperoleh minimal tiga unit perangkat pada tahun 2026. Peluncuran tahap awal “Indonesia Cerdas” dilakukan di SMP Negeri 4 Bekasi, di mana perangkat ini mengintegrasikan fitur kolaborasi interaktif, multimedia, gamifikasi, dan augmented reality yang meningkatkan daya serap siswa. Prabowo menegaskan bahwa teknologi ini harus terus dikembangkan dengan penyesuaian konten baru secara berkala agar pembelajaran tidak hanya interaktif namun juga relevan dengan kebutuhan ke depan. Menurutnya, “Digitalisasi pendidikan bukan hanya soal perangkat, tapi bagaimana teknologi dapat mengubah cara belajar anak-anak Indonesia agar lebih adaptif dan inovatif.”
Dalam aspek guru asing, pemerintah Indonesia mengupayakan perekrutan native speaker yang akan mengajar bahasa asing secara langsung guna meningkatkan kemampuan berbicara, mendengar, dan pemahaman bahasa siswa secara alami dan autentik. Kebijakan ini merupakan respons atas kebutuhan peningkatan kualitas pengajaran bahasa asing dalam kurikulum nasional, yang sebelumnya dinilai masih minim interaksi intensif dengan penutur asli. Integrasi guru asing dengan smartboard diharapkan menciptakan suasana pembelajaran yang lebih dinamis dan immersive. Kepala Kemendikdasmen menyatakan, “Guru asing bukan hanya pengajar, tapi fasilitator budaya yang membawa pengalaman bahasa ke tingkat yang lebih hidup dengan dukungan teknologi terkini.”
Langkah ini tidak terlepas dari konteks kebutuhan mendesak akan pemerataan akses pendidikan berkualitas di Tanah Air. Digitalisasi pembelajaran merupakan upaya pemerintah merespon kesenjangan infrastruktur dan sumber daya manusia di sektor pendidikan yang selama ini menjadi kendala utama. Program “Indonesia Cerdas” melanjutkan keberhasilan pengembangan infrastruktur digital sebelumnya dan fokus pada pelatihan guru sekaligus penyusunan konten pembelajaran yang sesuai konteks lokal dengan standar internasional. Sekolah-sekolah yang telah memasang smartboard melaporkan peningkatan daya serap siswa dan ketertarikan mereka terhadap materi pelajaran.
Pada Perayaan Hari Guru Nasional 2025 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan yang menegaskan pentingnya perpaduan teknologi dan tenaga pengajar kompeten dalam proses pembelajaran. “Kami berkomitmen menjadikan sekolah sebagai pusat inovasi pembelajaran digital dan internasionalisasi bahasa agar anak-anak kita siap bersaing di era global,” ujarnya. Kemendikdasmen juga mengumumkan pembentukan tim khusus yang bertugas merancang rencana konten pembelajaran digital berbasis smartboard yang meliputi materi bahasa asing, gamifikasi, hingga augmented reality untuk mendukung interaksi belajar yang menarik.
Dari sisi praktis, sejumlah guru dan siswa di SMPN 4 Bekasi memberikan kesaksian positif terkait pemanfaatan smartboard. Seorang guru mata pelajaran bahasa Inggris mengatakan, “Smartboard sangat membantu dalam menjelaskan materi karena siswa bisa langsung berpartisipasi aktif, membuat pembelajaran jauh lebih hidup.” Siswa pun merasakan pengalaman baru belajar bahasa asing dengan konten digital interaktif yang membuat mereka lebih termotivasi dan percaya diri menggunakan bahasa asing secara lisan.
Aspek Program | Target Tahun 2026 | Manfaat Utama | Lokasi Peluncuran | Instansi Terkait |
|---|---|---|---|---|
Smartboard | 3 unit per sekolah, total 1 juta unit | Interaktif, multimedia, AR, gamifikasi | SMPN 4 Bekasi | Kemendikdasmen, Pemerintah RI |
Guru Asing | Rekrutmen native speaker yang intensif | Peningkatan kemampuan bahasa secara autentik | Seluruh sekolah dasar dan menengah | Kemendikdasmen, Pemerintah RI |
Program digitalisasi “Indonesia Cerdas” ini diprediksi membawa dampak signifikan jangka pendek dalam peningkatan kualitas pembelajaran serta peningkatan motivasi siswa dan guru. Untuk jangka menengah dan panjang, pemerintah menargetkan peningkatan kompetensi berbahasa asing dan kemampuan literasi digital seluruh peserta didik, sehingga mampu mendukung perkembangan sumber daya manusia unggul. Stakeholder pendidikan diharapkan aktif berpartisipasi mendukung implementasi, mulai dari pengadaan perangkat hingga pengembangan konten dan pelatihan guru.
Monitoring intensif akan dilakukan Kemendikdasmen untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan smartboard dan peran guru asing dalam proses pembelajaran, termasuk pengembangan konten dan adaptasi teknologi. Pemerintah juga membuka ruang kolaborasi dengan sektor swasta dan institusi pendidikan tinggi untuk inovasi berkelanjutan agar teknologi dan metode pengajaran terus relevan dengan kebutuhan zaman.
Dengan rencana ini, Indonesia menegaskan komitmen kuat dalam transformasi pendidikan ke arah digital dan internasionalisasi pengajaran bahasa, yang tidak hanya meningkatkan mutu tapi juga pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh wilayah. Keberhasilan program ini akan menjadi salah satu tonggak penting bagi kemajuan pendidikan Indonesia pada dekade mendatang.
BahasBerita BahasBerita Informasi Terbaru Seputar Internet
