Polisi Singapura ke Ustad Solmed: Kamu Diam, yang Penting Kamu Pulang

Drama penahanan ustad Solmed dan rekannya di Bandara Changi, Singapura menjadi perhatian. Ustad Solmed akhirnya dilepas lebih dulu sementara temannya sempat ditahan sebelum akhirnya dilepas.

Tapi yang bikin bingung ustad kondang satu anak itu, alasan penahanannya tak jelas. Dan mengapa ia juga dipulangkan lebih dulu dibanding temannya meski waktu penahanannya sama.

Ustad Solmed menceritakan, pihak keamanan Imigrasi dan kepolisian sana sempat menegurnya kala ia bertanya.

“Saya tanya, ‘kawan saya bagaimana? Kasihan beliau’. (Dijawab polisi) ‘Sudah yang penting kamu pulang saja. Kamu diam, nanti dia pulang juga kok. Tenang’, dengan bahasa melayu,” kisah Ustad Solmed yang pernah tersandung masalah tarif dakwah tersebut saat dihubungi, Sabtu (6/32017) malam.

“Saya tanya, ‘nanti dia tidur di mana?’ ‘Tenang, nanti saya kasih tempat tidur’. Saya nggak boleh juga ada di situ, saya harus pulang. Jadi mereka tuh bawa saya. Jadi paspor saya dikasih setelah saya berada di ruang tunggu pesawat,” katanya lagi.

Tak hanya dibebaskan terlebih dahulu, Ustad Solmed pun di interogasi di ruangan yang terpisah dari temannya. “Dipisah. Istilahnya dikonfrontir. Saya di mana, dia di mana juga. Begitu sudah selesai interogasi konfrontir, baru disatukan dalam satu ruangan,” bebernya lagi.

Ustad Solmed ditahan selama 10 jam di ruangan isolasi Changi Singapura. Ia berkunjung ke negeri tetangga karena ingin menengok ayah rekannya yang terbaring sakit.

Setelah merasa diperlakukan tak adil, ustad Solmed berkicau maraton di Twitter-nya. Suami April Jasmine ini pun akhirnya dilepas dan mengaku sampai kini belum tahu mengapa dia bisa ditahan.
(kmb/kmb)

30 Menit Sembunyi di Tong Sampah, Alex Luput dari Serangan Teror



Para pengunjung di kawasan kuliner Borough Market di Kota London, Sabtu malam (3/6/2017), berlarian menyelamatkan diri, saat pria berpisau besar melakukan serangan.
Orang-orang yang sedang menikmati malam panjang di akhir pekan, tunggang-langgang menjauh dari pelaku. Banyak pula dari mereka yang mencoba bersembunyi dari pandangan si pelaku.



Seperti yang dilakukan seorang bartender, Alex Martinez yang memilih bersembunyi di dalam tong sampah.


Martinez mengaku bersembunyi di antara tumpukan sampah selama sekitar 30 menit, setelah seorang pria masuk menyerang para pengunjung restoran tempat dia bekerja.


Menurut Martinez, saat serangan terjadi, rumah makan itu sedang padat pengunjung.

"Saya melihat pria dengan pisau di tangannya, dan setelah itu seseorang mulai berteriak, jadi saya tahu ada yang tidak beres," kata Martinez seperti dikutip Associated Press.
Sementara, saksi lainnya, Simon Thompson mengatakan kepada Sky News, dia berada di luar Borough Market, saat terlihat banyak orang melarikan diri.

"Kami berlari sejauh 100 meter dan kemudian melihat banyak mobil polisi muncul dan terdengar suara tembakan yang cukup intens," kata Thompson.

"Saya bersembunyi di ruang bawah tanah restoran selama sekitar satu jam, sebelum polisi menyuruh kami keluar dan kemudian ada lebih banyak tembakan."

Borough Market adalah pasar yang populer dengan sajian kulinernya. Ada banyak restoran dan kafe yang berjajar di sana.

Baca: Presiden Trump Pakai Aksi Teror di London untuk Bela Travel Ban

Seorang saksi lain mengaku sedang berada di depan Elliot's Cafe, saat banyak orang berlari dari lokasi itu.

"Seseorang berkata, 'apa yang sedang terjadi?' Dan, salah satu orang yang berlari berkata, 'ada seorang pria dengan pisau di sana dan dia akan datang ke sini'."

"Terjadi kepanikan yang hebat saat semua orang berlari ke bagian belakang restoran, dan berjongkok mencoba bersembunyi dari pandangan pelaku," kata saksi mata itu.

"Seorang pria tiba-tiba muncul di restoran dengan pisau besar -beberapa orang di restoran tersebut meyakini mungkin ada pria lain, tapi situasi sangat kacau, sehingga sulit untuk diceritakan," kata dia.

Pria dengan pisau menikam seorang pelayan, yang bersembunyi di balik sebuah partisi. Pelaku juga menusuk seorang pria di belakang, sebelum berlari keluar dari restoran.

Akibat rangkaian serangan ini, Stasiun London Bridge ditutup. Demikian pula dengan arus lalulintas di London Bridge.

Inilah Pengakuan Mengejutkan dari Putri Yana Zein Soal Kakek Mereka

Kedua putri almarhum Yana Zein kembali membuat pernyataan mengejutkan.

Namun, pernyataan ini tidak berhubungan dengan mami mereka.

Pengakuan ini ditujukan kepana Nurzaman Zein, ayah Yana.

Ternyata, sejak lahir mereka sama sekali belum pernah bertemu dengan sang kakek.

Kemarin, saat pemakaman Yana, adalah kali pertama Aurelia Callista Carilla dan Alika Pandora Salvine.

Bahkan Yana bercerita bahwa sang ayah meninggalkannya dan Swetlana Zein (ibunya) untuk menikahi wanita lain.

“Kalau aku boleh jujur aku sama sekali gak pernah ketemu kakek sebelum kemarin (saat Yana Zein dimakamkan),” kata anak sulung Yana Zein, Aurelia Callista saat dihubungi Tribunnews, Sabtu (3/6/2017).

Lebih lanjut, Rilla (panggilan putri sulung Yana) juga mengaku tak pernah melihat sang kakek selama di rumah sakit.

Padahal ia yang paling sering menemani sang mami.

Nurzaman sendiri mengatakan bahwa ia sempat ingin menjenguk sang putri saat mendengar kabar ia terkena kanker payudara.

Namun, ia tak dapat bertemu.

“Saya pun pada 30 Januari 2017 itu siangnya datang ke rumah sakit. Paginya kan Yana berangkat ke Tiongkok. Kami pergi ke rumah sakit, jengukin, tapi dia nggak ada di sini. Januari itu dia di Tiongkok kan, saya di Sumatera,” tutur Nurzaman ketika ditemui usai pemakaman Yana Zein di TPM Gandul, Cinere, Depok, Jumat (2/6/2017), seperti dikutip oleh Grid.id.

Tidak hanya itu, saat datang ke rumah duka, Nurzaman pun berdebat dengan sang ibunda. (TribunWow.com/Alya Iqlima)

Astaga! Guru SD ini Nekat Pamer Payudara Kepada Muridnya

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bengkulu Utara (BU) bakal menindak tegas kasus asusila yang dilakukan salah satu guru sekolah dasar (SD) di Desa Senali, Kecamatan Arga Makmur.

Kabid Dikdas Dikbud BU, Budiman SPd MPd mengatakan, pihaknya akan membentuk tim untuk mengusut sekaligus menyelesaikan kasus tersebut. Mengingat, perbuatan oknum guru itu sudah mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten BU.


“Kami secepatnya akan bentuk tim untuk mengusut kasus ini dan bekerja sama dengan Inspektorat. Perbuatan itu jelas mencoreng dunia pendidikan, seorang guru terlibat kasus yang seperti itu, sama sekali tidak pantas menjadi panutan anak didiknya,” tegas Budiman.

Terkait sanksi untuk oknum guru tersebut, Budiman mengaku akan diputuskan tim gabungan yang akan dibantuk nanti yang beranggotakan Dikbud, Inspektorat dan BKD. Yang pasti sanksi disiplin seperti teguran, penundaan kenaikan pangkat sudah pasti diterapkan jika benar terbukti melakukan tindakan asusila.

“Secara keseluruhan, yang menetapkan sanksi adalah tim gabungan, bukan kita. Yang pasti sanksi disiplin akan diterapkan,” imbuh Budiman.

Untuk diketahui, Sr (34) seorang guru SD yang tinggal di Perumnas BTN Arga Makmur merekam video pamer dada dan di pertontonkan kepada murid nya.

“Guru Tersebut dikenakan cuci kampung dan denda Rp 15 juta. Selain itu, orang tua murid juga bersedia untuk berdamai,” jelas Pjs Kades Senali, Firdaus.
Sumber: Merdeka

Nama Amien Rais Disebut dalam Kasus Alkes, Menantu: Semua Gara-gara Ahok



Nama Amien Rais disebut oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat membacakan surat tuntutan terhadap mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dalam kasus pengadaan alat kesehatan (alkes) guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) tahun 2007, pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK) Departemen Kesehatan. Amien Rais disebut menerima uang sebesar Rp600 juta dalam beberapa kali transfer.

Amien Rais pun telah mengklarifikasi terkait aliran dana tersebu lewat jumpa pers.
Terseretnya Amien Rais dalam kasus korupsi membuat keluarga Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) itu ikut terusik.
Menantu Amien Rais, Ridho Rahmadi menuliskan catatan panjang terkait tuduhan yang dialamatkan ke mertuanya itu.
Lewat akun Instagram istrinya, Tasniem Fauzie Rais, @tasniemrais, pada Sabtu (3/6/2017) Ridho menuliskan catatan berjudul “Tuhan Tidak Akan Diam”.
Berikut ini tulisannya:
Tuhan Tidak Akan Diam
Adalah kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok, yang menjadi awal dari semua ini.
Polarisasi kelompok yang pro dan kontra melahirkan ekses yang berkepanjangan.
Kalau kita runut kembali, sesungguhnya aksi-aksi bela Islam adalah hal yang wajar karena pemeluk agama apapun yang taat, pasti tidak akan rela jika agamanya dihina.
Putusan pengadilan pada 9 Mei 2017 juga telah membenarkan secara hukum dan sah bahwa perbuatan Ahok adalah sebuah penodaan terhadap agama Islam.
Yang sangat disayangkan adalah aksi-aksi balasan yang dilakukan oleh kelompok pro Ahok.
Aksi-aksi tersebut tampak jelas sekali digiring dan diatur sedemikian rupa.
Sebagai satu contoh adalah aksi mengirim karangan bunga ke balai kota, sebagai bentuk simpati, yang konon mencapai ribuan.
Hal ini sesungguhnya sangat mudah untuk dipatahkan oleh akal sehat.
Lihat saja kondisi ekonomi rakyat Jakarta secara umum; apakah masuk akal untuk membeli begitu banyak karangan bunga?
Lebih jauh lagi adalah upaya-upaya kriminalisasi terhadap tokoh-tokoh yang menjadi motor dari aksi-aksi melawan Ahok.
Berbagai kasus seakan muncul pada momen yang bersamaan untuk membungkam aksi-aksi tersebut.
Bentuk kasusnya juga kelewat mengada-ada: upaya makar, pornografi, hingga korupsi.
Yang tidak kalah mengagetkan adalah, kriminalisasi ini dilakukan lewat aparat dan komisi yang menjadi alat negara.
Dari aksi-aksi balasan tersebut, sesungguhnya ada dua hal yang dapat dilihat.
Yang pertama adalah, siapapun yang berada di kelompok pro Ahok, mereka adalah pemilik modal yang mampu menggiring aksi dengan kapital yang besar.
Yang kedua, siapapun orang-orang ini, mereka adalah pemilik atau bersahabat baik dengan pemilik kekuasaan hingga mampu menggunakan alat-alat negara. (Bersambung di postingan setelah ini)
(Part 2) Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, siapakah orang-orang ini? Dan lagi, rasanya tidak perlu logika yang kompleks untuk menyebutkan siapa mereka; rakyat yang dianggap bodoh ini mulai belajar dari cara-cara yang bodoh seperti ini.
Seharusnya, orang-orang dalam kelompok ini mulai berpikir bahwa sesungguhnya tindakan-tindakan yang mereka lakukan adalah sebuah bumerang yang sedang berputar balik kepada mereka.
Siapapun mereka, yang barangkali merasa aman di balik tahta, kuasa dan harta; Tuhan tidak akan diam.
Ridho Rahmadi
Pittsburgh, 2 Juni 2017.

Anak Buahnya Umbar ke Publik Soal Kehidupan Pribadi Veronica Tan

Kelakuan istri mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dibeber ke publik.

Bekas anak buahnya menceritakan bagaimana seorang Veronika Tan yang selama ini tidak banyak diketahui orang.

Vero, begitu sapaannya. Sejak sang suami menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta terus menuai sorotan media.

Penampilannya yang tenang dan sederhana selalu menimbulkan rasa penasaran publik tanah air.


Wanita yang dikenal tegar itu akhirnya tak kuat menahan tangis saat harus menerima kenyataan sang suami lebih memilih penjara daripada melanjutkan banding atas vonis hukuman dua tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim PN Jakarta Utara.

Dari sejumlah kisahnya yang menyedot perhatian publik beberapa waktu terakhir, siapa sangka, di mata anak buah dan rekan kerjanya, Vero ternyata lebih dari sekedar yang diberitakan.

Berikut, curhat bekas anak buah ibunda dari Sean, Nathania, dan Daud Purnama tersebut, seperti dikutip dari postingannya di akun Facebook Venita Eng :

Venita Eng

Kalau saya cerita kebaikan hatinya, kamu pasti nggak akan percaya, karena saya pun ga habis pikir.

Saya ga cerita yg ada di koran,sy sukanya percaya hal yg sy alami sendiri

Saya nulis ini ga dibayar, ga buat misi apapun,the fight is over, cuma karena saya ingin slalu ingat ada loh org setulus ini,supaya sy malu saat lain kali berpikir mau kabur dari kesulitan

kalau Beliau tahu saya nulis ini, mgkn saya ditegur krn Beliau ga suka publisitas, a reluctant role model

Tapi karena memori sy krg baik, apalagi kalau tertekan, smoga ini selalu jadi pengingat saya apalagi saat empet dengan nyinyiran di medsos

Saya mau ingat kalau
Beliau belajar ttg kanker dari nol, agar bisa menolong pasien semaksimal mungkin, pdhl bukan latar belakangnya

Beliau tidak ragu saat programnya ditiru atau diambil alih, krn pikirnya yg penting pasien bisa terus dilayani

Beliau menyempatkan di tengah kesibukan utk hadir di masa sulit stafnya.. jg saat ayah saya di rumah sakit hingga di rumah duka

Beliau tdk keberatan dgn cuti hamil saya di masa sibuk program berjalan, malah membelikan ranjang bayi di kantor n mengizinkan bayi dibawa utk memastikan asi eksklusif utk bayi sy

Beliau sering menanyakan kabar bayi saya setelah tahu ia sempat masuk NICU, sama sekali tdk bahas soal kerjaan

Beliau membuka pendidikan lanjut dan karir bagi saya, padahal sama sekali tdk kenal sebelumnya dan sy bukan anak orang penting

3 hari setelah pilkada putaran kedua, Beliau meminta saya utk bantu konseling pasien kondisi terminal dan mau menjenguk

11 hari setelah suaminya divonis, Beliau ingin membantu pasien jantung yg kesulitan biaya

3 hari setelah pencabutan banding, Beliau membantu ART temannya yg sakit kanker

Setelah surat pengunduran diri gubernur,beliau masih mengingatkan saya utk melayani dgn benar dan maksimal dimanapun tempatnya

Saya ga ngerti lagi darimana kekuatan hatinya utk selalu memikirkan orang lain stelah semua kejadian ini

Kalo saya sih kayaknya udah pingin pindah negara aja
..
Tapi..kalau suatu saat nanti benaran mau nyerah,saya yakin kebaikan dari Tuhan yg sudah Beliau tabur akan menegur hati kecil saya

Terima kasih Ibu sudah menjadi kitab yang terbuka
Always pray for you
#veronicatan

Postingan ini langsung menuai berbagai komentar netizen :

Laily Samsudin Pak Ahok dan Bu Vero sudah selesai dengan dirinya Pen. Mereka hanya mau melayani. Seperti kita2 yang uda empet uang rakyat tidak digunakan maksimal untuk rakyat tapi digerogotin tikus, empet pelayan rakyat yang seharusnya melayani malah malak uang atau korupsi dan bertingkah punya kuasa dan semena2. Mereka tutup kuping dengan haters karena mereka tau dan percaya Bahwa haters tidak mengerti. Seperti orang tua yang tegas dan keras terhadap anaknya, padahal tujuannya untuk anak. Ah udalah, nti malah mewek lagi. Sekarang gw bangga bisa bilang ke anak gw, bahwa pada masa ini ada pejabat yang begitu tulus melayani. Bahwa harapan itu selalu ada.

Mey Angellina Sitohang Aduh terharu bgt dok

Kicauan Nyinyir Minta Non-Muslim Mengalah Antre Makanan Berbuka

Di saat waktu telah menunjukkan berbuka puasa, sebaiknya segera membatalkan puasa, jangan menunda membatalkan puasa jika adzan magrib telah tiba.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berbuka puasa. Jangan sampai peristiwa di Malaysia ini terjadi pula di sini.

Melansir laman worldbuzz, ada akun Twitter @TwtLols yang membuat kicauan nyinyir. Lewat kicauannya, ia meminta agar orang-orang non-muslim untuk mengalah kepada mereka yang sedang berpuasa, saat antri atau beli hidangan buka puasa.

“Kepada non-muslim, kalau sudah waktu pukul 7 malam, tolong beri jalan kepada umat muslim untuk memotong antrean di McD atau KFC. Tawarkan mereka sebuah meja atau tempat duduk,” kicaunya.

Kicauan tersebut bisa jadi ditujukan kepada non-muslim agar mengalah saat antre membeli makanan di sebuah restoran pada saat waktu berbuka puasa.

Tentu saja unggahan tersebut membuat netizen Malaysia geger. Apalagi masyarakat di negeri Jiran ini memiliki latar belakang budaya dan agama yang beraneka ragam.

Walaupun ada reaksi beragam tentang postingan tersebut, mayoritas netizen menyatakan ketidaksetujuan mereka pada si pembuat status. Netizen sesama Muslim memberikan respon terhadap status “nyeleneh” tersebut.

Kebanyakkan mereka menyoroti bagaimana orang Malaysia seharusnya berlatih untuk bertoleransi yang baik, bukan menuntut.

Beberapa netizen secara jujur berkata agak tegas menanggapi tweet tersebut. Bahkan ada netizen yang memberikan solusi untuk masalah ini.

“Mudah saja jika seorang Non-muslin berada di antrian depan, pesan juga untuk mereka, lalu makan bersama di meja yang sama. Besttt !!!,” komentar seorang netizen.

Intinya masalah tersebut sebagai pengingat agar antarumat beragama saling menghargai. Tujuannya, apalagi jika bukan agar tercipta kedamaian.

Bagaimana menurut pendapat Anda?

VIDEO – Ayu Ting Ting Tidak Sadar dan Tidak Bisa Berdiri, Kakinya Sampe Diangkat ke Atas

Adik kandung Ayu Ting Ting mengunggah video dalam instagram stories mengenai kondisi Ayu Ting Ting.

Kondisi kesehatan pedangdut Ayu Ting Ting tengah menurun.

Disampaikan langsung oleh adiknya melalui instagram stories @syifaasyifaaa kondisi kakaknya yg tidak sadarkan diri.

Diketahui jadwal pekerjaan Ayu Ting Ting semakin sibuk dan padat.

Mengingat, ramadan juga aktifitas Ayu Ting Ting semakin bertambah padat.

Hal tersebut yang membuat kondisi kesehatan ibu dari Bilqis Khumairah Razak ini menjadi menurun.

Menurut Syifa, saat ini Ayu Ting Ting tengah merasa kesakitan dibagian perut bawahnya akibat kelelahan saat bekerja.

Dalam video tersebut, Ayu Ting Ting seperti tertidur dengan posisi kaki lebih tinggi dari badannya.

Ditemani sang Ibunda yang mengelus kepala Ayu Ting Ting, beginilah video kondisi Ayu Ting Ting

Gubuk dan Wanita Malam Kembali ke Kalijodo, Dimana Petugas?



Warga penggusuran kawasan prostitusi Kalijodo, kembali menempati wilayah tersebut dengan membangun gubuk liar di bawah jalan layang Pluit, Jakarta Utara.

Bangunan tersebut berbentuk semi permanen dengan memakai triplek bekas seadanya berukuran 9x6, warga merasa sudah nyaman berada di kawasa tersebut.
"Saya sudah nyaman tinggal disini, sebelumnya memang di pindahkan ke rumasmh susun tapi nggak kuat bayar bulanannya," kata Sumiati (43) kepada Arah.com di Kalijodo, Jakarta Utara, Sabtu (3/6/2017).

Sumiati yang mengaku bekerja sebagai pemulung tidak pantas untuk tinggal di rumah susun yang setiap hari mengeluarkan biaya, sehingga dirinya kembali membangun gubuk di bawah jalan layang Pluit.
Selain itu, menurut Sumiati tidak hanya dirinya yang kembali tinggal di kawasan Kalijodo, banyak juga warga lain yang ikut membangun rumah semi permanen dengan bahan baku seadanya.

"Banyak warga yang kembali membangun tempat tinggal, kalau saya ngikut aja," ucap Sumiati.

Namun, ketika ditanya tidak takut dengan penertiban aparat keamanan, Sumiati mengaku takut dengan tindakan aparat keamanan yang nantinya akan kembali menertibkan kawasan Kalijodo.

Pantauan Arah.com di lokasi, terlihat beberapa warga sedang membangun gubuk berukuran cukup luas dengan berlantaikan kramik. Terlihat juga wanita malam yang sebelumnya banyak terdapat di kawasan Kalijodo.

Mengenai hal tersebut, Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengaku sudah memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk kembali menertibkan kawasan tersebut.

"Mereka enggak mau bongkar, kita bantu akan bongkar, tidak selayaknya itu kolong jembatan digunakan untuk hunian. Iu aturan dari mana," ucap Djarot.

Lebih lanjut, Djarot mengatakan saat ini belum tahu banyak terkait apakah pentolan Kalijodo Daeng Aziz kembali sebagai aktor berdirinya gubuk di bawah jembatan layang Pluit.

"Itu saya nggak tahu ya. Siapa pun lah yang bermain di situ, kita akan hadapi," tandas Djarot. (Muhamad Ridwan)

Inilah Pengakuan Mengejutkan dari Putri Yana Zein Soal Kakek Mereka

Kedua putri almarhum Yana Zein kembali membuat pernyataan mengejutkan.

Namun, pernyataan ini tidak berhubungan dengan mami mereka.

Pengakuan ini ditujukan kepana Nurzaman Zein, ayah Yana.

Ternyata, sejak lahir mereka sama sekali belum pernah bertemu dengan sang kakek.

Kemarin, saat pemakaman Yana, adalah kali pertama Aurelia Callista Carilla dan Alika Pandora Salvine.

Bahkan Yana bercerita bahwa sang ayah meninggalkannya dan Swetlana Zein (ibunya) untuk menikahi wanita lain.

“Kalau aku boleh jujur aku sama sekali gak pernah ketemu kakek sebelum kemarin (saat Yana Zein dimakamkan),” kata anak sulung Yana Zein, Aurelia Callista saat dihubungi Tribunnews, Sabtu (3/6/2017).

Lebih lanjut, Rilla (panggilan putri sulung Yana) juga mengaku tak pernah melihat sang kakek selama di rumah sakit.

Padahal ia yang paling sering menemani sang mami.

Nurzaman sendiri mengatakan bahwa ia sempat ingin menjenguk sang putri saat mendengar kabar ia terkena kanker payudara.

Namun, ia tak dapat bertemu.

“Saya pun pada 30 Januari 2017 itu siangnya datang ke rumah sakit. Paginya kan Yana berangkat ke Tiongkok. Kami pergi ke rumah sakit, jengukin, tapi dia nggak ada di sini. Januari itu dia di Tiongkok kan, saya di Sumatera,” tutur Nurzaman ketika ditemui usai pemakaman Yana Zein di TPM Gandul, Cinere, Depok, Jumat (2/6/2017), seperti dikutip oleh Grid.id.

Tidak hanya itu, saat datang ke rumah duka, Nurzaman pun berdebat dengan sang ibunda. (TribunWow.com/Alya Iqlima)

Ledakan Hebat Buyarkan Nobar Final Real Madrid Melawan Juventus



Sebuah ledakan dikabarkan terjadi di acara nonton bareng fans Juventus di Kota Turin, Italia, Minggu (4/6/2017).

Turin merupakan kota home base dari klub Juventus.

Sebuah video yang menggambarkan kepanikan massa beredar di media sosial.

Dalam video, orang-orang berlarian di kawasan San Carlo piazza, satu dari tempat publik terkenal di Italia.
Sejumlah orang, memakai jersey Juventus, terlihat berteriak panik.

Polisi juga tampak lalu lalang di tempat tersebut.

Baca: Real Madrid Hapus Kutukan Juara Liga Champions dengan Melumat Juventus 4-1

Dilansir Express.co.uk, belum diketahui dari mana sumber ledakan.

Laporan awal, sebanyak 30 orang yang dikabarkan mengalami cedera.

Ribuan fans Juve pun meninggalkan tempat kejadian.

Jurnalis Italia, Tancredi Palmeri, mengunggah video live via Periscope dari tempat kejadian.


Tapi, ia mengaku hanya melihat orang-orang berlari panik, tapi tak mendengar ada suara ledakan.

"Tidak jelas apa yang terjadi. Ada kericuhan, orang-orang berlarian. Aku lihat orang-orang berdarah," kata Palmeri.
"Tapi tidak terdengar suara ledakan," ujarnya.

Sementara, koran La Stampa menulis kesaksian seorang pengunjung, yang mengaku mendengar ledak
an.
"Kami mendengar ledakan, dan semua orang mulai berlari," katanya. (Fachri M Ginanjar A)

Gubuk dan Wanita Malam Kembali ke Kalijodo, Dimana Petugas?



Warga penggusuran kawasan prostitusi Kalijodo, kembali menempati wilayah tersebut dengan membangun gubuk liar di bawah jalan layang Pluit, Jakarta Utara.

Bangunan tersebut berbentuk semi permanen dengan memakai triplek bekas seadanya berukuran 9x6, warga merasa sudah nyaman berada di kawasa tersebut.

"Saya sudah nyaman tinggal disini, sebelumnya memang di pindahkan ke rumasmh susun tapi nggak kuat bayar bulanannya," kata Sumiati (43) kepada Arah.com di Kalijodo, Jakarta Utara, Sabtu (3/6/2017).

Sumiati yang mengaku bekerja sebagai pemulung tidak pantas untuk tinggal di rumah susun yang setiap hari mengeluarkan biaya, sehingga dirinya kembali membangun gubuk di bawah jalan layang Pluit.

Selain itu, menurut Sumiati tidak hanya dirinya yang kembali tinggal di kawasan Kalijodo, banyak juga warga lain yang ikut membangun rumah semi permanen dengan bahan baku seadanya.

"Banyak warga yang kembali membangun tempat tinggal, kalau saya ngikut aja," ucap Sumiati.

Namun, ketika ditanya tidak takut dengan penertiban aparat keamanan, Sumiati mengaku takut dengan tindakan aparat keamanan yang nantinya akan kembali menertibkan kawasan Kalijodo.

Pantauan Arah.com di lokasi, terlihat beberapa warga sedang membangun gubuk berukuran cukup luas dengan berlantaikan kramik. Terlihat juga wanita malam yang sebelumnya banyak terdapat di kawasan Kalijodo.

Mengenai hal tersebut, Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengaku sudah memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk kembali menertibkan kawasan tersebut.

"Mereka enggak mau bongkar, kita bantu akan bongkar, tidak selayaknya itu kolong jembatan digunakan untuk hunian. Iu aturan dari mana," ucap Djarot.

Lebih lanjut, Djarot mengatakan saat ini belum tahu banyak terkait apakah pentolan Kalijodo Daeng Aziz kembali sebagai aktor berdirinya gubuk di bawah jembatan layang Pluit.

"Itu saya nggak tahu ya. Siapa pun lah yang bermain di situ, kita akan hadapi," tandas Djarot. (Muhamad Ridwan)

Anak Buah Prabowo Sebut Aksi Oknum FPI Bukan Persekusi



JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Sufmi Dasco Ahmad punya pandangan berbeda terkait fenomena persekusi yang belakangan terjadi di Jakarta dan beberapa daerah.

Dia mengingatkan Polri agar bersikap profesional dan adil dalam menyikapi apa yang disebut persekusi.

Sebab dalam menjalankan tugas, Polri hanya mengacu pada KUHP dan perundang-undangan pidana Indonesia, dan bukan mengikuti opini sebagian orang.

Dijelaskan, di dalam rumusan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), katanya, persekusi diartikan sebagai pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas.

Sementara di dunia internasional yang dimaksud dengan persekusi selalu dikaitkan dengan sentimen kebencian rasisme.
"Yang terjadi di berbagai kasus di Jakarta menurut saya tidak tergolong persekusi karena tidak ada sentimen kebencian rasisme," kata Dasco dalam pernyataan tertulis, Sabtu (3/6) malam.

Dalam kasus yang belakang menjadi perhatian publik dan kepolisian, orang yang didatangi ramai-ramai oleh warga dari kelompok tertentu bukan karena identitas rasnya melainkan akibat perbuatnnya yang menyinggung pribadi orang lain.

"Jikapun terjadi pelanggaran hukum tuduhan yang dapat dikenakan adalah pidana biasa seperti penganiayaan sebagaimana diatur Pasal 351 sampai 355 KUHP, atau perbuatan tidak menyenangkan sebagaimana diatur Pasal 368 KUHP," jelas politikus Gerindra itu.

Dia menyebutkan, sampai saat ini tidak ada istilah tindak pidana persekusi dalam hukum positif Indonesia. Kata persekusi menurut dia juga terlalu seram dan terlalu berlebihan jika dikaitkan dengan kasus-kasus yang belakakngan terjadi di Jakarta.

Karena itu, politikus yang juga ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), meminta Polri bersikap adil dalam menegakkan hukum.

Jangan kasus penggerudukan disikapi dengan gerak cepat tapi kasus dugaan makar menyatakan suatu daerah akan merdeka ataupun kasus dugaan ancaman pembunuhan terhadap Wakil Ketua DPR Fadli Zon sangat lambat diusut.

"Polri tidak boleh berat sebelah, hanya menindak pihak tertentu tetapi membiarkan pelanggaran hukum yang dilakukan pihak lain," pungkas dia. (fat/jpnn)

Tolak Harta, Beginilah Perjuangan Sang Ayah Agar Yana Zein Bisa Masuk Surga

Nurzaman Zein membuktikan cinta dan pengorbanan kepada putri tercintanya, Suryana Nurzaman Zein alias Yana Zein.

Tahu artis Yana meninggal dunia, langsung berangkat ke Jakarta dari Padang, Sumatera Barat, untuk melihat jenazah putrinya yang disemayamkan di rumah duka Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, Jakarta Selatan hingga dikebumikan di Cinere, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (2/6/2017).


Sebelumnya, ayah dan anak ini hidup jauh terpisah karena sesuatu hal.

Rencana awal keluarga, jenazah Yana hendak dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Kampung Kandang, Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan.
Namun, atas keinginan Nurzaman, akhirnya dipilih Tempat Pemakaman Muslim Bulak Lebar, Cinere.

Nurzaman ingin putrinya itu dimakamkan secara Islam, sesuai dengan agama dianut Yana dan dirinya sejak lahir.

"Saya mau anak saya dikubur secara Islam biar masuk surga. Kalau harta saya enggak mau satu sen pun," kata Nurzaman menegaskan, di rumah duka.
Selain menginginkan penyelenggaraan jenazah sesuai dengan tuntunan Islam, Nurzaman juga mengaku jika dirinya ingin menggantikan seluruh puasa almarhuman yang tak sempat ditunaikan saat Ramadan karena sakit.

"Dia pulang dari China, saya dengan dia bilang dia enggak puasa, dan puasanya diganti habis bulan Ramadan," ujar dia.
Sebab Jenazah Yana 'Menangis' saat Sang Ayah Mengaji

Di hadapan jenazah, di tengah ramainya pelayat, Nurzaman sempat melantunkan ayat-ayat suci Alquran untuk almarhumah.

Terdengar pula lantunan salawat.

Berzamaan pula dengan itu, ada sesuatu yang tak lazim terlihat.

Mata Yana terlihat sempat mengeluarkan air mata, padahal dia tak lagi bernyawa.

"Mbak, coba itu direkam deh, Yananya nangis," kata seorang wanita pelayat di dekat peti jenazah saat meminta jurnalis mengabadikan moment tersebut, sebagaimana dikutip dari Tribunnews.com.

Soal jenazah Yana "menangis" juga dibenarkan artis senior, Linggasuri.

Bersama aktris, Andi Soraya dan Ayu Azhari, Linggasuri mengaku sengaja mengajak bicara Yana yang sudah terbujur kaku itu.

Dan betapa kaget ia melihat jenazah Yana mengeluarkan air mata, beberapa saat sebelum diva pop Indonesia, Krisdayanti datang.

"Oh saya tadi sempat bilang sama KD (Krisdayanti), tadi kami bercanda sore-sore sama Andi Soraya, Ayu, ngobrol-ngobrol saja kayak dia masih hidup. Ingat kalau lagi nyela-nyela (bercanda) zaman dulu. Kalau yang lucu dia (kayak) ketawa kalau nggak suka dia mengkerut. Trus, pas kami tadi becandanya sampai gimana, dia sampai menangis," kata Linggasuri.

"Iya (jenazah Yana keluarkan air mata). Kalau dia (Yana) nggak suka dia (seperti) mengkerut, tapi sekarang sudah nggak lagi. Ya sudahlah, pokoknya saya ajak ngomong kayak masih hidup saja. Ya (panggil Yana), ini KD, lo cantik, banyak yang sayang sama lo," lanjutnya.
Keluarnya air mata jenazah Yana pun menimbulkan tanda tanya, kok bisa ya?

Peristiwa serupa pernah terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan, Oktober 2010.

Jenazah Efendy Nasir (30), warga Jalan Maccini Raya, Kelurahan Karuwisi, Kecamatan Panakkukang, Makassar, mengeluarkan air mata tanpa dibarengi suara tangis.

Saat air mata keluar, jenazah henda dimandikan.

Prosesi tersebut pun terpaksa ditunda lantaran jenazah langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Petugas rumah duka menyampaikan jika air mata keluar dari jenazah Yana karena merupakan bagian dari proses pembusukan.

Air tak hanya keluar melalui mata, namun juga pada alat vital, dubur, hidung, mulut.
Tubuh manusia memang sebagian terdiri dari air dan air tersebut akan keluar dengan sendirinya.
Riwayat Perjuangan Yana Melawan Kanker

Banyak yang tak menyangka Yana meninggal dunia begitu cepat.
Pasalnya, baru beberapa hari lalu ibu dua anak itu terlihat segar bugar dan ceria saat tiba di Jakarta usai berobat ke Guang Zhou, China.

Dikutip dari Kompas.com, Yana juga mengaku sel kankernya berhasil dihancurkan sehingga boleh dibilang ia sudah sembuh 75 persen.
Tinggal sedikit lagi sampai ia benar-benar bisa dinyatakan sembuh total dari kanker payudara stadium empat.

Namun ternyata Yana mengembuskan napas terakhirnya setelah sempat koma di RS Mayapada, Jakarta Selatan, Kamis kemarin pukul 01.05 WIB.

Awal mula publik mulai tahu tentang penyakit Yana adalah pada 2016 lalu.
Saat itu, pemain sinetron yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, ini mengungkap sakitnya.

Pada 2015 lalu, Yana mulai merasakan ada benjolan pada payudara kirinya.
Hanya, Yana berpikir itu hanya karena masuk angin karena benjolan tersebut tak terasa sakit.
Seiring berjalannya waktu, ia akhirnya sadar bahwa si benjolan tadi ternyata semakin membesar.
Yana yang kala itu masih sibuk bermain sinetron tak terlalu khawatir sehingga hanya memilih pengobatan alternatif.

Tiba-tiba, pada suatu waktu ia benjolannya seperti pecah.
Yana kemudian memeriksakan diri ke dokter dan hasilnya ia dinyatakan mengidap kanker payudara.
Namun meski tahu digerogoti kanker, Yana malah tetap melanjutkan shooting sinetron yang sudah mau berakhir.

Lama kelamaan, tubuh Yana semakin tak kuat, tangannya membengkak.
Ketika akhirnya Yana memilih penanganan medis, dokter memvonis kankernya sudah masuk stadium empat.
Pada akhir 2016 kondisi kesehatannya tak kunjung membaik. Sedangkan hartanya sudah habis terkuras untuk membiayai pengobatannya.

Sampai-sampai dua putrinya terpaksa putus sekolah.
Penderitaan Yana tak sampai di situ saja, ia juga divonis terkena kanker kelenjar getah bening.
Kanker itu bersarang pada ketiaknya.
Kemudian, pada awal 2017 kesehatan Yana kembali menurun lantaran ada cairan yang memenuhi paru-paru kanannya.

Karena itu ia kemudian menjalani kemoterapi, ia juga harus melakukan penyedotan cairan paru-paru.
Setelah mendapatkan bantuan dari para sahabat dan rekan-rekannya sesama artis, serta ada penggalangan dana online, Yana akhirnya bisa berobat Modern Cancer Hospital Guangzhou, China.
Ia bertolak ke sana didampingi asistennya, Nita, pada 30 Januari lalu.

Dua pekan kemudian, Yana mengumumkan kabar baik lewat teleconference di Menara Citicon, Jakarta Barat.

Di China, ia menjalani pengobatan cryosurgery atau penghancuran sel kanker dengan cara menyuntikkan suhu ekstrim minus 160 derajat.

Lama tak terdengar kabarnya, pada Minggu (28/5/2017) lalu, Yana akhirnya pulang ke Indonesia.
Penampilannya sangat berbeda dari saat akan berangkat dulu. Ia terlihat ceria, wajahnya segar, dan mulai bisa berjalan normal.

Yana mengaku sudah sehat, meskipun masih harus kembali ke China sebulan lagi untuk menyelesaikan pengobatannya.

Sebab, masih ada sisa 25 persen lagi sel kanker yang harus dimatikan.
Yana juga tetap mengonsumsi obat-obatan dan menjalani fisioterapi karena menurut dia tangan kirinya membengkak akibat jarum infus.

Namun keesokan harinya, Senin (29/5/2017), pesinetron senior itu merasa tubuhnya lemas dan sulit bernapas.
Ia lalu dilarikan ke rumah sakit.

Saat itu, detak jantung Yana tak menentu sehingga harus dipasangi alat untuk mengembalikan jantungnya ke detak normal.
Sempat membaik, tiba-tiba kondisi Yana turun drastis lantaran paru-parunya kembali terisi cairan sebanyak 700 cc. 

Dokter mengambil tindakan memasang alat pacu jantung pada tubuh Yana.
Namun setelah itu Yana tak sadarkan diri.

Berbagai alat medis dan obat-obatan diberikan, tetapi kesadaran Yana tak kunjung kembali.
Akhirnya, pada pukul 01.05 WIB, dokter menyatakan bahwa Yana telah meninggal dunia.(*)

Prosesi Pemakaman Sempat Diperdebatkan, Artis Ini Ungkap Agama yang Benar-benar Dianut Yana Zein

Almarhum Yana Zein telah dimakamkam dengan prosesi secara Islam kemarin Jumat (3/6/2017) di Tempat Pemakaman Muslim (TPM) Gandul, Cinere, Depok.

Dikutip dari Tribunnews, setelah prosesi pemakaman selesai digelar, Swetlana Zein ibunda dari Yana Zein mencurahkan kekecewaan dan rasa sedihnya mengenai itu.

“Saya sedih kenapa dikuburkan di tempat yang nggak begitu terjaga kebersihannya dan kelihatannya nggak keurus,” ucap Swetlana Zein.

“Padahal kami sudah siapkan tempat yang layak dan baik,” lanjutnya.

Awalnya, jenazah Yana Zein memang berencana dimakamkan di TPU Kampung Kandang, Jakarta Selatan.

Siapa sangka, Jumat (2/6/2017), ketika digelar kebaktian di Rumah Duka RSUP Fatmawati, ayah Yana Zein datang dan serta-merta mengatakan ingin anaknya dimakamkan secara Islam.

Meski sempat berdebat, Swetlana Zein akhirnya mengalah dan tak kuasa menahan ayah Yana Zein dan kerabatnya mengambil alih jenazah putri mereka.

“Saya tidak apa-apa Yana ke tempat Muslim, tapi keadaan yang layak. Itu saja yang kami mau. Apa salah? Saya tanya kalian, apa salah? Salah atau tidak?” tutur Swetlana Zein.

Setelahnya, Swetlana Zein mengatakan hal yang tak diduga.

Ia mengaku berencana memindahkan jenazah Yana Zein ke pemakaman yang menurutnya lebih layak.

“Rencananya, barangkali sewaktu-waktu bisa dipindah (jenazahnya) ke tempat Islam lagi tapi yang keadannya baik,” ujar Swetlana Zein sebelum wawancara terpaksa dihentikan tatkala seorang kerabat mengajaknya beranjak untuk pulang.

Usai pemakaman Yana Zein, aktris Andi Soraya yang merupakan sahabat dekat Yana mengunggah sebuah tulisan yang mengejutkan.

Andi Soraya mengaku, ia yakin betul bahwa hingga akhir hayat Yana Zein, sahabatnya itu memeluk agama Islam.

Ia pun mengucapkan terima kasih pada ayah Yana Zein yang telah ‘menyelamatkan’ pemakaman Yana.

Berikut ini postingan dari Andi Soraya yang ia unggah pada Jumat malam (2/6/2017).

“Terimakasih om Nurzaman Zein Ayahanda Yana Zein yang sudah menyelamat kan Yana.

Krna memang terakhir yg kami tau tdk lama sebelum yana berpulang, yana masih mengucapkan 2 kalimat syahadat.

Sehingga kami jg bingung kl yana berada di rumah duka.

Sekali lg kami bersyukur om masih memegang teguh pertanggung jawaban Dunia akhirat kpd Allah swt atas anak om sahabat ku Yana Zein.

Maaf semoga ini tdk menyinggung pihak” lain maupun agama apapun.

Semoga ini dpt menjawab pertanyaan dan kebingungan temen” natizen ku #lailahaillallahmuhammadrasulullah #ripyanazei,”

tulis Yana Zein sembari mengunggah foto Ayah Yana Zein.


Netizen pun memberikan tanggapan pada postingan Andi Soraya itu.

“Terima kasih mba @andisorayabeatrix atas informasi mengenai kejelasan agama mba Yana Zein. Semua orang jadi tahu yang benar. Membaca salah satu berita online, teman m’Yana cerita jika selama ini beliau berdoa dengan tata cara Islam dan istighfar. Semoga m’Yana diampuni dosanya dan diberi tempat terbaik oleh Allah SWT. Semoga anaknya tumbuh menjadi anak yang sholehah supaya terus mendoakan ortunya. Aamiin,”

“Yang penting jasad nya dikuburkan dengan baik ya mbak @andisorayabeatrix terserah mau secara apa.., toh itu tidak mengubah iman yg sudah dia pilih.”

Adapula netter yang menganggap bahwa Yana sudah berpindah agama.

“Kata ibu kandungnya. Alm itu kan Kristen. Ngeri orang yg sdh mati aja hak2 nya masih diperkosa dan dirampas. Sorry :(,”

Namun Andi mantap menjawab,

“no tim, bertahun” aku kenal yana menurut kata” dia ngobrol sm Aku, dr lahir sbg muslim. ‘gue orang aceh dr kecil gue islam cin’ itu yg gue inget waktu gw ksh tasbih dan buku doa saat di RS.” balas Andi.
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita terpercaya yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih :)

Populer